Krisis Demokrasi Lokal dalam Praktik Politik Uang Pada Kontestasi Politik di Samarinda
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pilkada merupakan arena kontestasi politik sekaligus perwujudan hak warga negara, namun politik uang (vote buying) menjadi tantangan krusial di Kota Samarinda yang menempati posisi tertinggi laporan politik uang di Kalimantan Timur. Penelitian socio-legal research ini menggabungkan wawancara terhadap 36 warga Samarinda, Bawaslu Kaltim, Bawaslu Samarinda dan KPU, dengan data laporan politik uang Pilkada 2024 dari Bawaslu. Hasil menunjukkan mayoritas informan secara terbuka memilih kandidat berdasarkan nominal uang tertinggi, membuktikan praktik ini merusak hak pilih masyarakat. Keterbatasan ekonomi, sikap permisif dan rendahnya pendidikan menjadi faktor empiris utama, sementara kesadaran hukum dan partisipasi dianalisis melalui kerangka teori. Praktik politik uang ini tetap eksis dan menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi lokal di Samarinda.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.